(IHSG) menutup perdagangan siang ini berakhir di zona merah | PT Solid Gold Berjangka
Sejalan dengan IHSG, rupiah juga melemah. Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.350 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.345.
Saham-saham penekan indeks siang ini di antaranya Indika Energy (INDY) turun 225 poin (19,82 persen) ke Rp 910, Harum Energy (HRUM) turun 150 poin (6,67 persen) ke Rp 2.100, Delta Dunia (DOID) turun 55 poin (6,25 persen) ke Rp 825, dan Adaro Energy (ADRO) turun 45 poin (2,90 persen) ke Rp 1.505.
Sebanyak 106 saham naik, 190 saham turun, dan 104 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 171.689 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 4,813 miliar saham senilai Rp 3,479 triliun. Dana asing masuk ke pasar reguler tercatat Rp 421,795 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.208,783 triliun.
Delapan dari 10 indeks sektoral melemah. Sektor tambang mencatatkan pelemahan tertinggi 1,37 persen disusul sektor perdagangan yang turun 1,05 persen.
Pada perdagangan sesi I, Rabu (10/5), IHSG ditutup melemah 18,212 poin (0,32 persen) ke 5.678,844. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 3,687 poin (0,39 persen) ke 943.144.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan siang ini berakhir di zona merah. IHSG tertekan sejak kemarin. Meskipun di awal pembukaan sempat menghijau, namun hanya sebentar. IHSG terus berlanjut melemah hingga siang ini. Sementara pergerakan pasar saham Aia kompak menghijau.
Ahok Divonis Dua Tahun, Indeks Saham Rentan Melemah Hari Ini | PT Solid Gold Berjangka
Bahkan ada pula yang mengkhawatirkan S&P akan kembali menunda memberikan kenaikan rating karena putusan sidang Ahok yang dinilai berat sebelah," ucapnya.
Meski begitu, menurut Reza, sentimen dari sidang Ahok hanya sesaat. Hasil putusan sidang juga tidak sampai mempengaruhi penilaian investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, ataupun S&P dalam memberikan penilaian peringkat.
Reza menilai hasil sidang tersebut tidak banyak berkorelasi dengan laju IHSG, tapi sedikit-banyak turut mempengaruhi. Berbagai persepsi dan sentimen beredar di kalangan pelaku pasar, terutama jika dikaitkan dengan masalah penanganan hukum di Indonesia di mata investor asing.
Sentimen negatif lain datang dari bursa saham Asia yang bervariatif. Bursa saham Asia bergerak merespons pergerakan bursa saham global sebelumnya yang cenderung mendatar.
Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari sidang vonis Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. "Adanya persepsi hasil keputusan sidang Ahok, yang divonis bersalah atas kasus penodaan agama, turut mewarnai jalannya laju IHSG," ujarnya.
IHSG kemarin ditutup melemah 0,19 persen di level 5.697,056. Reza mengatakan indeks berakhir di zona merah akibat tekanan di pasar ekuitas. Melemahnya harga kontrak batu bara global menjadi penyebabnya. Pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk melancarkan aksi jual terhadap sejumlah saham-saham batu bara.
Menurut Reza, potensi pelemahan tercermin dari pergerakan IHSG kemarin. "Tidak kuatnya pondasi IHSG untuk berada di zona hijau membuatnya berbalik arah melemah sehingga dapat kembali membuka peluang pelemahan lanjutan," katanya, seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 10 Mei 2017.
Reza mengimbau pelaku pasar mewaspadai sentimen yang dapat membuat laju IHSG kembali melemah.
Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) rentan melemah dalam perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan bergerak di area antara 5.679 dan 5.660.
IHSG Berpeluang Koreksi, Simak Saham Pilihan Ini | PT Solid Gold Berjangka
Untuk pilihan saham, PT Bahana Securities memilih saham-saham yang cenderung bertahan di tengah sentimen yang ada antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Sedangkan William memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk dicermati pelaku pasar.
"IHSG akan bergerak di kisaran 5.640-5.767 pada Rabu pekan ini," kata William.
Sedangkan Kepala Riset PT Bahana Securities Harry Su mengatakan, pelaku pasar sedang mencermati isu potensi reshuffle kabinet. Ia menilai, potensi reshuffle kabinet sebagai langkah menormalkan kondisi politik. Dengan situasi saat ini, pihaknya pun merekomendasikan investor untuk tetap bertahan di tengah isu politik.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu pekan ini. IHSG berpeluang naik ditunjang oleh aliran dana investor asing yang masih terus berlangsung ke pasar saham Indonesia. Selain itu juga didukung dari fundamental ekonomi yang stabil dan cadangan devisa akhir April sekitar US$ 123,2 miliar.
"IHSG berpeluang menuju level support 5.679-5.660," kata Reza.
Reza menilai, fondasi IHSG yang tidak kuat di zona hijau membuatnya berbalik arah melemah pada perdagangan saham kemarin. Oleh karena itu, IHSG dapat berpeluang lanjutkan pelemahan. Lebih lanjut ia menuturkan, dari eksternal, pelaku pasar juga menanti sentimen baru usai pemilihan umum Prancis dengan kemenangan Emmanuel Macron.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu didorong dari peningkatan volume jual dan minim sentimen positif di pasar saham terutama dari dalam negeri.
Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyampaikan hal itu saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Rabu (10/5/2017).
"Tren (IHSG) alami pelemahan lanjutan. Meningkatnya volume jual dan minim sentimen positif dalam negeri," ujar Reza.