50 negara mengikuti The 30th International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 | PT Solid Gold Berjangka
Santiago menuturkan, organisasi IAPH memiliki anggota di lima benua dengan hampir 90 negara yang tergabung. "Dari berbagai pelabuhan kami bertemu, saling beri pengetahuan, membangun jaringan, hingga membagi pengalaman," ucapnya.
Dia mengaku mendapat kehormatan yang dipilih rekan yang lain sebagai Presiden IAPH. "Presiden ini bersifat sukarela. Sebab, di samping saya mengurus organisasi ini, saya juga mengurus pelabuhan di Barcelona," ujarnya.
Oleh sebab itu, pihak Pelindo sebagai tuan rumah sangat gembira dengan kepercayaan yang diberikan asosiasi yang memungkinkan komunikasi berhubungan dengan banyak sekali pelabuhan di dunia untuk memungkinkan kerja sama lebih lajut. "Baik itu di bidang pembangunan infrastruktur, suprastruktur, maupun kerjasama operasi lainnya," paparnya.
Sementara itu, Presiden IAPH Santiago Milla mengaku kagum akan professionalitas yang ditunjukkan Pelindo. "Saya yakin kalau kita semua sangat bangga sekali dengan penyelenggaraan ini. Semoga berhasio di masa yang akan datang," harapnya.
Lebih dari itu, pertemuan ini bisa meningkatkan aliansi dan networking. "Kami bisa saling bertukar pengetahuan yang baru, meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dalam rangka mengantisipasi berbagai perkembangan di industri pelabuhan," ungkapnya di Hotel Nusa Dua Bali, Rabu (10/5).
Elvyn menuturkan, kalau ingin mengembangkan fenomena aliansi shipping line, maka arahnya pelabuhan harus menjadi smart port atau digital port. "Untuk itu dibutuhkan kerja sama antar pelabuhan termasuk investasi antar negara," ucapnya.
50 negara mengikuti The 30th International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 di Bali. Ajang ini menjadi wahana untuk bertukar pikiran dan pengalaman tentang masa depan bagi pelaku sektor maritim logistik dunia.
Sementara dari Indonesia kegiatan ini diikuti oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV. Selain peserta PT Pelindo juga menjadi penyelenggara kegiatan yang berlangsung di Bali dari 7-12 Mei 2017 tersebut. Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya yang merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah kegiatan ini diharapkan dapat membuktikan Indonesia memiliki iklim investasi yang baik, serta dapat menjadi pemicu perekonomian nasional.
Infrastruktur Modern Perkuat RI Jadi Poros Maritim Dunia | PT Solid Gold Berjangka
Sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan Indonesia poros maritim dunia, Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn Masassya merasa bangga dan terhormat ditunjuk jadi penyelenggara pertemuan tersebut.
Even ini, sekaligus menjadi momentum untuk berbagi best practices dan ajang networking antar-pelaku bisnis dalam bidang maritim logistik dunia yang begitu kompleks dan dinamis.
"Untuk Indonesia, kegiatan ini dapat digunakan sekaligus sebagai pengenalan konsep Indonesia Integrated Chain Port untuk kelancaran implementasinya guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan masyarakat, mengurangi biaya logistik, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Elvyn.
Secara terpisah, Menteri BUMN, Rini Soemarno berharap, kegiatan ini mampu mewujudkan program pemerintah yakni nawa cita. "Kami dari Kementerian BUMN menyambut baik acara tersebut untuk menggali berbagai potensi ekonomi di sektor maritim. Event ini penting guna mewujudkan nawa cita untuk Indonesia yang lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, momentum tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan fasilitas dan pengelolaan pelabuhan di Indonesia yang saat ini dinilainya sudah cukup baik. Luhut juga mengimbau kepada delegasi dari Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan konferensi tersebut untuk pembaruan isu-isu terkini seputar kepelabuhan dan menggali potensi bisnis.
Selain kedua pelabuhan itu ada pula Pelabuhan Kuala Tanjung di Medan dan New Makassar Port di Makassar yang saat ini masih dalam proses. Luhut menjelaskan, konferensi kepelabuhan ini sebagai sebuah upaya untuk menggelorakan semangat Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, ajang ini dapat menjadi momentum untuk mengenalkan berbagai terobosan yang telah dan sedang disiapkan Indonesia.
"Fasilitas pelabuhan di Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik, sebut saja di Jakarta ada New Priok Container Terminal dan di Surabaya ada Terminal Teluk Lamong," kata Luhut, Kamis 10 Mei 2017.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV sebagai BUMN kepelabuhan anggota IAPH akan menjadi penyelenggara kegiatan yang diselenggarakan tiga hari ke depan. Kegiatan ini diselenggarakan lantaran telah siapnya berbagai infrastruktur pelabuhan di Indonesia.
Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan Rumah The 30th International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017.
Pelindo II Teken MoU Sister Port dengan Pelabuhan di Tiongkok & Azerbaijan | PT Solid Gold Berjangka
Hal ini kontras dengan kondisi di Azerbaijan. Pada masa lampau, kata dia, arus barang yang masuk dan keluar wilayah negaranya sebagian besar melalui angkutan onta.
Dia menjelaskan, di Euroasia banyak kota besar seperti Baghdad hingga Yerusalem. Ziyadov pun yakin pelabuhan Baku dapat menjadi hubungan utama di Euroasia. Pelabuhan bisa menghubungkan Tiongkok dengan negara Euroasia seperti Iran dan Turki.
MoU dengan Pelindo akan dimanfaatkan untuk memahami lebih jauh pelabuhan di Nusantara. Sementara itu, Port of Baku akan memberikan pengetahuan soal mengkolaborasikan angkutan laut dengan darat dengan efisien.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan nilai eknomoni dan komersial pada masing-masing pelabuhan," jelas dia.
Ziyadov melihat, Indonesia negara maritim, banyak berkembang memanfaatkan lautan. Pada masa lampau, banyak kebudayaan masuk melalui maritim.
Di sisi lain, MoU dengan Port of Ningbo dilakukan untuk mengeksplorasi dan mempromosikan peluang kerja sama dalam bidang bisnis, permodalan dan perihal teknik di bidang pembangunan terminal, manajemen pelabuhan dan pelabuhan logistik.
Kerja sama sister port ini menjadi langkah awal yang baik dalam menjalin hubungan antara IPC (Pelindo II) dengan Port of Baku dan juga Port of Ningbo. Dengan harapan, dapat lebih sejalan dengan program pemerintah yang memfokuskan pada peningkatan kualitas sektor maritim," kata Elvyn di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu 10 Mei 2017.
Elvyn menjelaskan, MoU dengan Port of Baku bertujuan membangun kemitraan dan mengembangkan bisnis maritim serta perdagangan internasional. Hal ini khususnya berkaitan manajemen pelabuhan, operasi dengan standar internasional dan penerapan sistem teknologi informasi serta kegiatan kepelabuhan lainnya.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Baku International Sea Trade Port CJSC (Port of Baku), Azerbaijan, dan Ningbo Zhoushan Co., Ltd (Port of Ningbo), Tiongkok. Pelabuhan ini sepakat bekerja sama sebagai sister port.
MoU ditandatangani Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya, Direktur Jenderal Port of Baku Taleh Ziyadov dan Vice General Manager Port of Ningbo Chen Guopan. Penandatangan dilakukan di sela The 30th International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference 2017 di Bali.
PT Solid Gold Berjangka